Martapura, Sumsel – Dugaan munculnya polemik baru di dapur SPPG Nusa Jaya, kecamatan Belitang III, kabupaten OKU Timur praktik tata kelola keuangan menimbulkan pertanyaan dan asumsi yang liar dan diduga kurangnya pengawasan secara struktur.
Polemik ini mencuat ke permukaan digandang terkait fasilitas pengolahan pangan, secara fakta diduga kuat belum melunasi kewajiban pembayaran pesanan kue kepada mitra penyuplainya yakni terhadap pemilik warung yang berinisial MG yang selama dua kali pengiriman terakhir.
Sumber :
“Wahyu (Warga Desa Nusa Jaya)”
Dugaan belum melunasi kewajiban pembayaran ini mencuat ke permukaan setelah pihak pemilik warung inisial MG mempertanyakan kepada salah satu tim pengawas MBG (SPPG) Nusa Jaya, retrutmen dari masyarakat.
Bukti adanya hambatan pembayaran ini terkonfirmasi saat pihak suplier mempertanyakan transparansi aliran dana di internal pengelola dapur tersebut, dia inisial MG mengatakan bahwa orderan roti miliknya di MBG (SPPG) Nusa Jaya sudah dua kali pengiriman belum dibayar.
“Kenapa orderan roti saya di Dapur MBG (SPPG) Nusa Jaya selama dua kali pengiriman kok belum juga dibayarkan?”ungkap pihak suplier saat dikonfirmasi mengenai status tagihannya.
Kondisi ini dianggap tidak wajar secara fakta dan bukti pasokan barang telah diterima oleh pihak Dapur SPPG, namun kompensasi finansialnya justru tertahan tanpa kejelasan yang pasti.
Keterlambatan pembayaran ini bukan sekadar masalah administrasi belaka, melainkan telah menimbulkan dampak ekonomi yang nyata bagi ekosistem usaha kecil. Pihak Warung Mbah Gaul mengeluhkan kondisi keuangan yang kini kian terjepit akibat dana yang tak kunjung cair.
Setidaknya ada dua dampak krusial yang dirasakan saat ini:
• Hambatan Operasional: Modal yang seharusnya diputar kembali untuk belanja bahan baku produksi roti kini tertahan, sehingga mengancam kelangsungan produksi harian.
• Krisis Kesejahteraan: Dampak paling memprihatinkan dirasakan oleh para pekerja di unit usaha suplier yang hingga saat ini dilaporkan belum menerima gaji akibat ketiadaan likuiditas dana.
“Saya hanya bisa berharap , semoga segera dibenahi dari sistim yang seperti ini , agar kedepanya tidak terulang kembali dan tidak terdampak kepada UMKM lainya . Dan jika sistimnya bisa dijalankan dengan baik , maka hasilnya antara UMKM dan dapur SPPG bisa bekerja sama dengan baik juga,”harap MG.
Masyarakat juga berharapan, Kami : “segera ditindak lanjuti dan dievaluasi secara tegas kepada kepala SPPG dan pihak pengelola , karena kami sebagai masyarakat Desa Nusa Jaya sudah tidak asing lagi ditelinga kami ketika mendengar dapur SPPG Nusa Jaya tersandung masalah , itu karena oknum pengelola nya merasa seolah olah tidak diawasi. Maka dengan adanya tindakan tegas dari pihak pihak terkait , maka mudah mudahan kedepanya tidak ada lagi kasus kasus yang seperti itu, Tutup Masyarakat kepada portal ini.
Publik, khususnya para pelaku usaha lokal di Desa Nusa Jaya, berharap agar pihak pengelola segera menyelesaikan tunggakan ini guna menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan antar-mitra kerja di lingkungan Desa.





