Dugaan Kekerasan Fisik Yang Terjadi Antara Kakak Kelas dan adik kelas di SMA N 1 Buay Madang Timur Desa Tambak Boyo OKU Timur Sumsel di Cabut oleh pihak keluarga setelah sepakat berdamai.
OKU Timur, Garudaexpres.id – Kasus kekerasan antar pelajar terjadi di SMA Negeri 1 Buay Madang Timur Desa Tambak Boyo, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur, Sumsel pada Sabtu 11/10/2025 lalu ini kata humas sekolah saat di konfirmasi oleh pihak media pada hari ini Selasa (14/10).
Sri Wahyuni mengatakan bahwa insiden tersebut berawal dari teguran seorang siswa (senior) kepada adik kelasnya yang kemudian berujung pada tindak kekerasan fisik kepada tubuh adik kelasnya.
Lanjut saat dikonfirmasi oleh tim media ini menyebutkan bahwa Keluarga korban telah membawa kasus ini ke pihak yang berwajib resor polsek Buay Madang Timur dan sempat menjalani proses visum, ucap humas.
“Namun, kedua pihak akhirnya memilih jalur damai melalui mediasi yang difasilitasi pihak sekolah. Kesepakatan damai dituangkan dalam surat perjanjian antara Kakak kelas dan adik kelasnya yang di dampingi keluarga,” imbuh Sri.
Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu 11 Oktober 2025 di sekolah SMA Negri 1 Tambak Boyo, Buay Madang Timur.
Lebih mendalam, pada senin 13 Oktober 2025 sekira pukul 06.00 wib salah satu orang tua murid yang bersekolah di SMA N 1 Tambak Boyo inisial (E) menjelaskan bahwa anaknya mendapatkan undangan ke mapolsek BMT selepas upacara untuk menjadi saksi atas insiden yang menimpa temannya inisial (D). yang kebetulan anak dari inisial (E) pada saat terjadinya peristiwa memilukan tersebut melihat secara langsung dan sempat mengabadikan momen tersebut menggunakan smartphone nya.
Lebih lanjut sekira pukul 10.00 wib tim media bergegas ke mapolsek Buay Madang Timur guna mengkonfirmasi atas informasi miris yang diduga di asumsikan merusak dunia pendidikan, sesampainya di mapolsek BMT. Bertemu langsung dengan anggota piket SPKT inisial (Z) dan segera menanyakan perkara yang diinformasikan warga inisial (E) dan di jawab oleh personel piket mapolsek BMT “gak ada yang laporan terkait itu,” ucapnya kepada tim.
Belum mendapatkan informasi yang jelas dan terang sebagai jurnalis harus memegang teguh kode etik jurnalistik, Sampai akhirnya datanglah keluarga dan inisial (D) di mapolsek Buay Madang Timur selepas hujan lebat, pada saat itu tim media berada di ruang tunggu SPKT mapolsek.
Dan dia bertanya “ada anggota piket tidak,” tuturnya.
dan di balas oleh tim media “ada di ruangannya,” Balas tim.
Masih di mapolsek BMT tak lama berselang keluarga dan inisial (D) yang menjadi dugaan korban kakak kelasnya di SMA N 1 Buay Madang Timur Desa Tambak Boyo, keluar dari ruangan Riksa dan hendak pulang dan menyapa tim media “mari mas kami pulang dulu karna kami kesini cuma mau laporan aja ke polisi bahwa perkara keluarga saya di sekolah sudah damai” Paparnya ke tim media saat berada di ruang tunggu SPKT mapolsek BMT.
Pada Selasa 14 Oktober 2025 hari ini tim media mengkonfirmasi secara langsung ke pihak sekolah dan di sambut baik oleh Humas SMA Negeri 1 Buay Madang Timur Desa Tambak Boyo , Sri Wahyuni dan dia membenarkan atas insiden yang terjadi di sekolah “Sudah damai pak itu,” Jelas Humas.
Ketua DPC Asosiasi Kelurga Pers Indonesia (AKPERSI) OKU Timur merasa kejadian tersebut adalah perbuatan luar biasa dan mirisnya di usia belajar sudah bertindak bak preman terminal dan jelas menambah deretan kasus kekerasan di sekolah-sekolah secara nasional.
Dan meminta kementrian pusat agar ada langkah tegas agar kelak di kemudian hari tidak terulang kembali.
Meski masalah telah diselesaikan secara kekeluargaan, publik menilai perlu adanya langkah tegas dan sistematis dalam penanganan kasus kekerasan di sekolah.
Pemerhati pendidikan menekankan pentingnya penerapan prosedur yang sesuai dengan aturan hukum serta penghormatan terhadap hak siswa guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, tertib dan beradab.





